LAPORAN PKL
HOLTIKULTURA
Tentang
BUDIDAYA KACANG TANAH (Arachis hypogaea L)
Dosen Pembimbing : Ir. Backhtiar, M.Pi.MP
OLEH :
Ketua : 1. KAMARUDDIN
Anggota : 2. ILHAM
3. JUMRIANI
4. KURNIATIN
5. LITA MARLINDA
6. M. AFDOAL
7. MARLINAH
8. MIHRAJ MUSTAMIN
9. NANDA RIZKI
10. NINING WIDIAWATI
11. NUR’AHDIAH
12. NURAINI
13. NURFITRIANINGSIH
14. MUHDAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP-BIMA
TAHUN AKADEMIK 2011-2012
KATA PENGANTAR
Syukur alhamdulillah senantiasa kita sampaikan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kita masih tetap dapat menjalankan aktifitas serta rutinitas kita sebagai mahasiswa, baik nikmat iman, kesempatan dan kesehatan. Salam dan shalawat tidak lupa pula kita khaturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang telah memimpin umat manusia mengenal Zat Pencipta alam semesta ini.
Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Bapak Ir. Backhtiar, M.Pi.MP, selaku dosen pembimbing yang senantiasa memotivasi demi kelancaran aktifitas perkuliahan, serta rekan-rekan mahasiswa yang turut membantu dalam penyelesaian penyusunan laporan ini baik secara langsung maupun tidak.
Adapun judul Laporan Praktikum Lapangan ini yakni: “BUDIDAYA KACANG TANAH (Arachis hypogaea L)”. Dimana tanaman ini merupakan tanaman yang terus dikembangkan dan dibudidayakan dengan berbagai teknik dan pedoman agar meningkatkan mutu dan kualitas hasil komoditi produksi kacang tanah dalam bidang industry dan pangan.
Harapan kami selaku penulis, semoga Laporan Praktikum Lapangan Holtikultura ini bermanfaat dan memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan khususnya di kampus STKIP-Bima, lebih-lebih pada mata kuliah Holtikultura.
Bima, 30 Desember 2011
Penulis
Kelompok II Kelas E/V Biologi
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL.................................................................................................. i
KATA PENGANTAR............................................................................................... ii
DAFTAR ISI............................................................................................................ iii
BAB I : PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang ..................................................................................... 1
B. Kegiatan Praktikum............................................................................... 2
C. Tujuan Praktikum.................................................................................. 2
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................... 3
BAB III :............................................................... TEMPAT DAN WAKTU PKL 10
A. Waktu dan Tempat.............................................................................. 10
B. Alat dan Bahan................................................................................... 10
C. Cara Kerja .......................................................................................... 11
BAB IV :....................................................................................... PEMBAHASAN 12
A. Teknik Budidaya Kacang Tanah (Arachis hypogaea L).................... 12
1. Pengolahan Media Tanam........................................................... 12
2. Pemberian Pupuk Kandang........................................................ 12
3. Pembibitan dan penyiapan benih................................................ 13
4. Teknik Penanaman...................................................................... 13
B. Pertumbuhan dan Perkembangan Kacang tanah................................. 14
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan kacang tanah (Arachis hypogaea L)................ 15
1.1. Faktor Suhu............................................................................. 15
1.2. Faktor kelembaban/kelembaban udara.................................... 15
1.3. Faktor cahaya matahari............................................................ 15
1.4. Faktor Hormon........................................................................ 16
BAB V : KESIMPULAN...................................................................................... 17
BAB VI :.............................................................................. DAFTAR PUSTAKA 18
LAMPIRAN...............................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Sebagai tanaman budidaya, kacang tanah terutama dipanen bijinya yang kaya protein dan lemak. Biji ini dapat dimakan mentah, direbus (di dalam polongnya), digoreng, atau disangrai. Di Amerika Serikat, biji kacang tanah diproses menjadi semacam selai dan merupakan industri pangan yang menguntungkan. Produksi minyak kacang tanah mencapai sekitar 10% pasaran minyak masak dunia pada tahun 2003 menurut FAO. Selain dipanen biji atau polongnya, kacang tanah juga dipanen hijauannya (daun dan batang) untuk makanan ternak atau merupakan pupuk hijau.
Dalam upaya meningkatkan produktivitas agrokomplek di Indonesia kacang tanah (Arachis hypogaea L) terus ditingkatkan dan dikembangkan. Berbagai teknik dan paduan budidaya telah diterapkan dalam berbudidaya kacang tanah. Produksi komoditi kacang tanah per hektarnya belum mencapai hasil yang maksimum. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh faktor tanah yang makin keras (rusak) dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro serta hormon pertumbuhan. Disamping itu juga karena faktor hama dan penyakit tanaman, faktor iklim, serta faktor pemeliharaan lainnya. PT. NASA berusaha berperan meningkatkan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan dalam berbudidaya kacang tanah (Arachis hypogaea L).
B. Kegiatan Praktikum
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui teknis budidaya kacang tanah (Arachis hypogaea L) pada mata kuliah Holtikultura di STKIP-Bima dengan mengamati proses pertumbuhan dan perkembangannya serta memahami faktor-faktor unsur hara, faktor hama dan penyakit tanaman, faktor iklim, serta faktor pemeliharaan lainnya.
C. Tujuan Praktikum
Berdasarkan latarbelakang dan kegiatan praktikum diatas, maka tujuan dari praktikum Holtikultura ini adalah :
a. Memahami teknik budidaya kacang tanah dalam meningkatkan produktivitas yang berorientasi pada kualitas, kuantitas dan kelestarian lingkungan.
b. Mengamati proses pertumbuhan dan perkembangan kacang tanah
c. Mengamati pengaruh faktor unsur hara terutama unsur hara mikro serta hormon pertumbuhan, faktor hama dan penyakit tanaman, faktor iklim, serta faktor pemeliharaan lainnya.
d. Membandingkan teori dengan hasil praktek yang telah dilakukan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Kacang tanah, (Arachis hypogaea L) merupakan tanaman polong-polongan atau legum dari famili Fabaceae, kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Kacang tanah merupakan sejenis tanaman tropika. Ia tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50 cm (1 hingga 1½ kaki) dan mengeluarkan daun-daun kecil. Tanaman ini adalah satu di antara dua jenis tanaman budidaya selain kacang bogor (Voandziea subterrane) yang buahnya mengalami pemasakan di bawah permukaan tanah.
Adapun Klasifikasi ilmiah dari kacang tanah (Arachis hypogaea L) adalah sebagai berikut :
Kerajaan : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Upadivisi : Angiospermae
Kelas : Magnoliophyta
Ordo : Leguminales
Famili : Papilionaceae
Upafamili : Faboideae
Bangsa : Aeschynomeneae
Genus : Arachis
Spesies : Arachis hypogeae L.
Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan tepatnya adalah Brazillia, namun saat ini telah menyebar ke seluruh dunia yang beriklim tropis atau subtropics. Masuknya kacang tanah ke Indonesia pada abad ke-17 diperkirakan karena dibawa oleh pedagang-pedagang Spanyol, Cina, atau Portugis sewaktu melakukan pelayarannya dari Meksiko ke Maluku setelah tahun 1597. Pada tahun 1863 Holle memasukkan Kacang Tanah dari Inggris dan pada tahun 1864 Scheffer memasukkan pula Kacang Tanah dari Mesir Republik Rakyat Cina dan India kini merupakan penghasil kacang tanah terbesar dunia. Kacang tanah bermula terpusat di India, China, Nigeria, Amerika Serikat dan Gombai, kemudian meluas ke negara lain. Sedangkan di Indonesia Kacang tanah (Arachis hypogaea L) terpusat di Pulau Jawa, Sumatra Utara, Sulawesi dan kini telah ditanam di seluruh Indonesia. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kacang_tanah)
Tanaman kacang tanah pada dasarnya dapat ditanam hampir di semua jenis tanah, mulai tanah bertekstur ringan (berpasir), bertekstur sedang (lempung berpasir), hingga bertekstur berat (lempung). Namun, tanah yang paling sesuai untuk tanaman kacang tanah adalah yang bertekstur ringan dan sedang. Saat ini, sebagian besar (lebih dari 500.000 hektar) budidaya kacang tanah di Indonesia dilakukan di tanah Alfisol. Budidaya kacang tanah di beberapa daerah menghadapi kendala berupa pH tanah yang tinggi (alkalis) yang banyak tersebar di daerah sekitar gunung kapur, seperti di pantai utara dan bagian selatan Jawa Timur dan Jawa Tengah dan DIY.
A. SYARAT PERTUMBUHAN
1. Iklim
a. Curah hujan antara 800-1.300 mm/tahun. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan bunga sulit terserbuki oleh serangga dan akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah.
b. Suhu udara sekitar 28-320C. Bila suhunya di bawah 100C, pertumbuhan tanaman akan terhambat, bahkan kerdil.
c. Kelembaban udara berkisar 65-75 %.
d. Penyinaran matahari penuh dibutuhkan, terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang.
2. Media Tanam
a. Jenis tanah yang sesuai adalah tanah gembur / bertekstur ringan dan subur.
b. pH antara 6,0-6,5.
c. Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus, kerdil, layu dan akhirnya mati.
d. Drainase dan aerasi baik, lahan tidak terlalu becek dan kering baik bagi pertumbuhan kacang tanah.
3. Ketinggian Tempat
Ketinggian penanaman optimum 50-500 m dpl, tetapi masih dapat tumbuh di bawah ketinggian 1.500 m dpl.
B. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
1. PEMBIBITAN
1.1. Persyaratan Benih
Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah:
a. Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul.
b. Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat.
c. Kulit benih mengkilap, tidak keriput dan cacat.
d. Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain.
e. Kadar air benih berkisar 9-12 %.
1.2. Penyiapan Benih
Benih sebaiknya disimpan di tempat kering yang konstan dan tertutup rapat. Untuk menjamin kualitas benih, lebih baik membeli dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih.
2. PENGOLAHAN MEDIA TANAM
2.1. Persiapan dan Pembukaan lahan
Pembukaan lahan dengan pembajakan dan pencangkulan untuk pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya, serta untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit.
2.2. Pembentukan Bedengan
Buat bedengan ukuran lebar 80 cm, panjang menyesuaikan, ketebalan bedengan 20-30 cm. Diantara bedengan dibuatkan parit.
2.3. Pengapuran
Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat masam dilakukan pengapuran dengan dosis + 1 - 2,5 ton/ha selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam.
3. TEKNIK PENANAMAN
3.1. Penentuan Pola Tanam
Pola tanam memperhatikan musim dan curah hujan. Pada tanah yang subur, benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm, 30 x 20 cm, atau 20 x 20 cm.
3.2. Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm menggunakan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas.
3.3. Cara Penanaman
Masukan benih 1 atau 2 butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. Waktu tanam yang paling baik dilahan kering pada awal musim hujan, di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan Juli-September (palawija II).
4. PEMELIHARAAN TANAMAN
4.1. Penyulaman
Sulam benih yang tidak tumbuh atau mati, untuk penyulaman lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam).
4.2. Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan dilakukan 2 kali umur 1 dan 6 minggu dengan hati-hati agar tidak merusak bunga dan polong. sedangkan Pembumbunan dilakukan bersamaan saat penyiangan, bertujuan untuk menutup bagian perakaran.
4.3. Pengairan dan Penyiraman
Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau dapat diberikan mulsa (jerami dan lain-lain). Saat berbunga tidak dilakukan penyiraman, karena dapat mengganggu penyerbukan.
4.4. Pemeliharaan Lain
Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan, misalnya pemangkasan, perambatan, pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman).
5. HAMA DAN PENYAKIT
5.1. Hama
a. Uret
Gejala: memakan akar, batang bagian bawah dan polong. Akhirnya tanaman layu dan mati. Pengendalian: olah tanah dengan baik, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak, penyiangan intensif, Penggunaan Pestona dengan cara disiramkan ke tanah, jika tanaman terlanjur mati segera dicabut dan uret dimusnahkan.
b. Ulat Penggulung Daun
Gejala: daun terlipat menguning, akhirnya mengering. Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestona.
c. Ulat Grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok. Pengendalian: (1) bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman; (2) penyemprotan menggunakan Natural Vitura.
d. Ulat Jengkal (Plusia sp)
Gejala: menyerang daun kacang tanah. Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestona.
e. Kumbang Daun
Gejala: daun tampak berlubang, daun tinggal tulang, juga makan pucuk bunga. Pengendalian: (1) penanaman serentak; (2) penyemprotan menggunakan Pestona.
5.2. Penyakit
a. Penyakit layu atau “Omo Wedang”
Penyebab: bakteri Xanthomonas solanacearum (E.F.S.). Gejala: daun terkulai seperti disiram air panas, akhirnya mati. Bila dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu dan bila dipijit keluar lendir kekuningan. Akar tanaman membusuk. Pengendalian: Pergiliran tanaman, gunakan varietas yang tahan. Penting melakukan pencegahan menggunakan Natural GLIO.
b. Penyakit sapu setan
Penyebab: Mycoplasma (sejenis virus). Diduga ditularkan serangga sejenis Aphis. Gejala: bunga berwarna hijau tua seperti daun-daun kecil, ruas-ruas batang dan cabang menjadi pendek, daun-daun kecil rimbun. Pengendalian: tanaman dicabut, dibuang dan dimusnahkan, semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan), menanam tanaman yang tahan, menanggulangi vektornya menggunakan Pestona atau Natural BVR.
c. Penyakit Bercak Daun
Penyebab : Jamur Cercospora personata dan Cercospora arachidicola. Gejala: timbul bercak-bercak berukuran 1-5 mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang. Pengendalian: dengan menggunakan Natural GLIO di awal tanam sebagai tindakan pencegahan.
d. Penyakit Gapong
Penyebab: diduga Nematoda. Gejala: Polong kosong, juga bisa busuk. Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya.
e. Penyakit Sclerotium
Penyebab: cendawan Sclerotium rolfsii. Gejala: tanaman layu. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, air jangan sampai menggenang, membakar tanaman yang terserang cendawan. Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam
f. Penyakit Karat
Penyebab: cendawan Puccinia arachidis Speg. Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak coklat muda sampai coklat (warna karat). Daun gugur sebelum waktunya. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, tanaman yang terserang dicabut dan dibakar. Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.
6. PANEN
Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 3-4 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain:
a) Batang mulai mengeras.
b) Daun menguning dan sebagian mulai berguguran, Polong sudah berisi penuh dan keras.
c) Warna polong coklat kehitam-hitaman.
BAB III
TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN PKL
A. Waktu dan Tempat
Berdasarkan keputusan bersama antara Dosen dan Mahasiswa, maka kegiatan Praktikum Lapangan Holtikultura diputuskan untuk dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Minggu, 04 Desember 2011
Lokasi : Kebun Percobaan Biologi STKIP-Bima
Waktu : 08.00 Sampai Selesai
Dilaksanakan Praktikum Lapangan dari kelompok I sampai Kelompok III Kelas E dan Kelas lain Program Studi Pendidikan Biologi Semester V (Lima) STKIP-Bima.
B. Alat dan Bahan
- Tembilang - Cangkul - Parang /Sabit - Tali Rafiah - Kater (Pisau silet) - Papan Nama Tanaman - Alat Tulis (Buku dan Pulpen) - Kamera Digital /Kamera HP | : : : : : : : : | untuk pembukaan lahan pada media tanam untuk meratakan dan mengemburkan lahan atau media tanam untuk membersihkan gulma, atau rerumputan liar serta untuk membuat kayu Patok untuk membuat jarak antara area media tanam untuk memotong tali rafiah untuk memberikan informasi terhadap jenis tanaman yang ditanam untuk mencatat data yang diperlukan untuk pengambilan Dokumentasi Kegiatan Praktikum |
C. Cara Kerja
a. Pengolahan Media Tanam
1. Lakukan pencangkulan untuk pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman, serta untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit.
2. Buatlah media tanam dengan ukuran 2,5m x 1 m. (karena Praktikum Lapangan dilaksanakan di Lingkungan Kampus/Kebun percobaan Biologi)
3. Gunakan kayu patok dan tali rafiah untuk membatasi jarak area atau media tanam yang telah dibuat
4. Cangkulah tanah, hingga menjadi gembur / bertekstur ringan.
5. Setelah melakukan pengolahan media tanam, lalu lakukan pemberian pupuk kandang pada media tanam, agar tanah menjadi lebih subur dan Untuk mencegah terjadinya serangan jamur.
6. Sebelum melakukan penanaman, siapkan benih atau bibit yang akan ditanam.
7. Benih kacang tanah yang sudah disiapkan ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm, 30 x 20 cm, atau 20 x 20 cm.
8. Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm menggunakan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas.
9. Masukan benih 1 atau 2 butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis.
10. Setelah tanaman mengalami pertumbuhan dan perkembangan, lakukan pemeliharaan dan perawatan, baik pemberian pupuk maupun pemberantasan hama dan penyakit.
11. Tancapkan papan nama tanaman yang ditanam, yakni Kacang tanah (Arachis hypogaea L) dan nama kelompok yang melaksanakan Praktikum Lapangan Holtikultura.
BAB IV
PEMBAHASAN
A. TEKNIK BUDIDAYA KACANG TANAH
1. Pengolahan Media Tanam
Minggu, tanggal 04 Desember 2011 pukul 08.30 Wita,
Pengolahan media tanam yakni di Kebun Percobaan Biologi STKIP-Bima. Lahan ini dikondisikan untuk beberapa kelompok. Karena dilokasi praktikum ada beberapa kelas yang melaksanakan PKL Holtikultura. Sehingga luas atau ukuran lahan yang digunakan untuk praktikum kelompok kami hanya berukuran 2,5m x 1m. Lahan kemudian dipatok dengan kayu patok dan dibatasi dengan tali rafiah, kemudian dilakukan pembajakan dan pencangkulan.
Teknik Pengolahan media tanam yang digunakan yakni dengan melakukan pencangkulan, guna pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman, serta untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit. Pencangkulan dilakukan, hingga tanah menjadi gembur / bertekstur ringan. Hal ini berguna, agar tanah menjadi subur dan unsur hara yang terdapat didalamnya akan lebih mudah diserap oleh tanaman. Tanah yang sudah gembur / bertekstur ringan sangat cocok untuk berbudidaya kacang tanah.
2. Pemberian Pupuk Kandang
Senin, 05 Desember 2011 (16.00 Wita)
Setelah melakukan pengolahan media tanam, lalu lakukan pemberian pupuk kandang pada media tanam, agar tanah menjadi lebih subur dan Untuk mencegah terjadinya serangan jamur. Pupuk kandang yang telah disediakan kemudian dicampurkan dan diaduk dengan tanah hingga merata. pemberian pupuk kandang ini dilakukan pada sore hari, agar kelembaan tanah tetap terjaga.
3. Pembibitan dan penyiapan benih
Sebelum melakukan penanaman, benih atau bibit kacang tanah dipilih sesuai dengan Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik yakni:
a. Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul.
b. Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat.
c. Kulit benih mengkilap, tidak keriput dan cacat.
d. Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain.
e. Kadar air benih berkisar 9-12 %.
Benih atau bibit kacang tanah kemudian disimpan di tempat kering yang konstan dan tertutup rapa, guna menjamin kualitas benih yang akan ditanam.
4. Teknik Penanaman
Selasa, 06 Desember 2011 (Waktu 09.00 Wita)
Benih kacang tanah yang sudah disiapkan ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm, 30 x 20 cm, atau 20 x 20 cm. Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm menggunakan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas. Benih dimasukan 1 atau 2 butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. (Waktu tanam sangat sesuai, karena musim hujan yakni bulan Juli-September (palawija II).
Setelah benih ditanam, kemudian tanaman diberi label dengan papan nama tanaman yakni Kacang tanah (Arachis hypogaea L) dan nama kelompok yang melaksanakan Praktikum Lapangan Holtikultura. Hal ini dilakukan karena tanaman tersebut akan diamati selama 3 pekan, baik pertumbuhan dan perkembangan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. selama 3 pekan tanaman tersebut, mendapatkan pemeliharaan seperti penyimanan agar menunjang pertumbuhan dan perkembangannya benih tanaman serta memicu unsur hara dan kadar air yang terdapat didalam tanah.
JADI, dalam berbudidaya kacang tanah (Arachis hypogaea L) hal-hal yang harus diperhatikan adalah : Memperhatikan faktor yang menunjang pertumbuhan dan perkembangan kacang tanah, baik iklim, cuara hujan, media tanam (jenis tanah, kandungan Unsur pH, kadar air serta unsur hara didalamnya) dan ketinggian tempat. Selain itu juga mengikuti pedoman atau teknik dalam berbudidaya kacang tanah seperti :
1. Pembibitan (memperhatikan persyaratan benih atau bibit yang berkualitas)
2. Pengolahan Media Tanam (persiapan dan pembukaan lahan, pembentukan bedengan, pengapuran, dan pemberian pupuk)
3. Teknik Penanaman (penentuan pola tanam, pembuatan lubang tanam, Perendaman Benih, serta cara penanaman)
4. Pemeliharaan Tanaman (Penyulaman, Penyiangan dan Pembumbunan, Pengairan dan Penyiraman, Pemeliharaan Lain)
5. Pemberatasan Hama dan Penyakit dan
6. Panen
B. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Berdasarkan hasil pengamatan, 7 hari (1 pekan) setelah penanaman, terlihat pertumbuhan dan perkembangan pada kacang tanah (Arachis hypogaea L) yang dibudidayakan.
Pertumbuhan adalah proses kenaikan volume yang bersifat irreversibel (tidak dapat balik), dan terjadi karena adanya pertambahan jumlah sel dan pembesaran dari tiap-tiap sel. Pada proses pertumbuhan biasa disertai dengan terjadinya perubahan bentuk. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif.
Perkembangan adalah proses menuju dewasa. Proses perkembangan berjalan sejajar dengan pertumbuhan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan proses yang tidak dapat diukur. Dengan kata lain, perkembangan bersifat kualitatif, tidak dapat dinyatakan dengan angka.
Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan pada kacang tanah (Arachis hypogaea L) adalah :
1. Faktor Suhu / Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22 derajat celcius sampai dengan 37 derajad selsius. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.
2. Faktor Kelembaban / Kelembapan Udara
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
3. Faktor Cahaya Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar mentari dapat menghambat proses pertumbuhan.
4. Faktor Hormon
Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan seperti hormon auksin untuk membantu perpanjangan sel, hormon giberelin untuk pemanjangan dan pembelahan sel, hormon sitokinin untuk menggiatkan pembelahan sel dan hormon etilen untuk mempercepat buah menjadi matang.
Selama pertumbuhan dan perkembangan, tanaman mendapatkan pemeliharaan dan perawatan, baik pemberian pupuk, penyiraman atau pengairan, penyiangan maupun pemberantasan hama dan gulma. Hama dan penyakit tidak terlihat selama pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L), namun beberapa gulma seperti rumput liar tumbuh disekitar tanaman. Gulma ini bisa diberantas dengan melakukan penyiangan.
BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan dan hasil praktikum diatas, maka dapat disimpulkan bahwa : Dalam budidaya kacang tanah (Arachis hypogaea L) hal-hal yang harus diperhatikan adalah : Memperhatikan syarat utama pertumbuhan atau faktor yang menunjang pertumbuhan dan perkembangan kacang tanah, baik iklim, cuara hujan, media tanam (jenis tanah, kandungan Unsur pH, kadar air serta unsur hara didalamnya) maupun ketinggian tempat.
Adapun Teknik atau pedoman dalam budidaya Kacang tanah, (Arachis hypogaea L) adalah :
1. Pembibitan (persyaratan benih atau memilih bibit yang berkualitas)
2. Pengolahan Media Tanam (persiapan dan pembukaan lahan, pembentukan bedengan, pengapuran, dan pemberian pupuk)
3. Teknik Penanaman (penentuan pola tanam, pembuatan lubang tanam, Perendaman Benih, serta cara penanaman)
4. Pemeliharaan Tanaman (Penyulaman, Penyiangan dan Pembumbunan, Pengairan dan Penyiraman, Pemeliharaan Lain)
5. Pemberatasan Hama dan Penyakit dan
6. Panen
Sedangkan Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan pada kacang tanah (Arachis hypogaea L) adalah : Faktor Suhu / Temperatur Lingkungan, Faktor Kelembaban / Kelembapan Udara, Faktor Cahaya Matahari, dan Faktor Hormon. Sedangkan faktor lain seperti hama dan penyakit tidak ditemui dalam praktikum ini, hanya saja terdapat gulma liar dan bisa diberantas dengan penyiangan. Sehingga pertumbuhan dan perkembangan kacang tanah bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
BAB VI
DAFTAR PUSTAKA
- http://dedeisanimemaniak.blogspot.com/2010/08/pertumbuhan-dan-perkembangan.html / diakses, pada tanggal 20 desember 2011
- http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-kacang-tanah.html / diakses, pada tanggal 20 desember 2011
- http://subagusfi.wordpress.com/2010/10/01/biologi-pertumbuhan-dan-perkembangan/ diakses, pada tanggal 20 desember 2011
LAMPIRAN
FOTO TANAMAN KEL. II KELAS E/V BIOLOGI
-KACANG TANAH (Arachis Hypogaea L)-